//
you're reading...

Islam

111. Al-Lahab (Nyala Api)

1. Pengertian
2. Bacaan dan Arti
3. Tafsir menurut Prof. Quraish Shihab
4. Asbabun Nujul (Sebab turunnya)
A. Asbabun Nujul Imam Al Wahidi
B. Asbabun Nujul Imam Al Suyuti

 

1. Pengertian

Surah Al-Lahab atau Al-Masad adalah surat ke-111 dalam Al-Qur’an. Surat ini terdiri atas 5 ayat dan termasuk surat makiyyah. Nama surat ini diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api. Pokok isi surat ini berisi tentang nasib salah seorang paman Rasulullah SAW yakni Abu Lahab beserta istrinya yang diancam dengan siksa neraka. (wikipedia)
2. Bacaan dan Arti

Artinya:

[111:1] Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa1608.

[111:2] Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

[111:3] Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

[111:4] Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar1609.

[111:5] Yang di lehernya ada tali dari sabut.

3. Tafsir menurut Prof. Quraish Shihab
4. Asbabun Nujul (Sebab turunnya)
A. Asbabun Nujul Imam Al Wahidi
Rasulullah Saw.mendatangi bukit Shafa lalu beliau naik ke atasnya dan berseru, “Pagi telah tiba.” Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau, di antara mereka ada yang datang secara langsung dan mewakilkan. Beliau bersabda, “Wahai Bani Abdul Muthallib, wahai Bani Fahr, wahai Bani Luai, sekiranya aku kabarkan bahwa ada pasukan berkuda di kaki sekitar bukit ini untuk mengepung kalian, apakah kalian percaya?” Mereka menjawab, “Ya, percaya.” Beliau bersabda, “Maka aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian akan datangnya siksa yang dahsyat.” Maka Abu Lahab berkata, “Celaka engkau hari ini, apakah engkau memanggil kami semata-mata hanya untuk ini?” Maka Allah Swt.Menurunkan ayat “Tabbat yadaa abii lahabin watabba.”
B. Asbabun Nujul Imam Al Suyuti
Imam Bukhari dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, “Suatu hari, Rasululah naik ke atas bukit untuk berkumpul. Pada saat mereka telah berkumpul, Rasulullah lalu berkata, “Sekiranya saya sekarang mengatakan kepada kalian bahwa pasukan musuh akan menyerang kalian di pagi ini atau sore ini apakah kalian akan mempercayainya?’ mereka serentak menjawab, ‘Ya’. Rasulullah lalu berkata, ‘Sesungguhnya saya sekarang memberi peringatan kepada kalian terhadap akan datangnya azab yang pedih.”Mendengar ucapan Nabi saw tersebut, Abu Lahab langsung menyambut, ‘Celaka engkau, apakah hanya untuk menyampaikan hal ini engkau mengumpulkan kami?!’ Allah lalu menurunkan ayat ini.”Ibnu Jarir meriwayatkan dari Israil dari Abu Ishak dari seorang laki-laki dari Hamadan yang bernama Yazid bin Zaid bahwa suatu ketika istri Abu Lahab menebarkan duri-duri di jalan yang akan dilalui oleh Nabi saw tidak lama kemudian turunlah ayat, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!” hingga ayat 4, “Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).”

Ibnul Mundzir juga meriwyatkan hal yang serupa dari Ikrimah