//
you're reading...

Islam

110. An Nasr (Pertolongan)

1. Pengertian
2. Bacaan dan Arti
3. Tafsir menurut Prof. Quraish Shihab
4. Asbabun Nujul (Sebab turunnya)
A. Asbabun Nujul Imam Al Wahidi
B. Asbabun Nujul Imam Al Suyuti

 

1. Pengertian

Surah An-Nasr (bahasa Arab:النصر) adalah surah ke-110 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 3 ayat dan termasuk surah Madaniyah. An Nasr berarti “Pertolongan”, nama surah ini berkaitan dengan topik surah ini yakni janji bahwa pertolongan Allah akan datang dan Islam akan memperoleh kemenangan. (wikipedia)
2. Bacaan dan Arti

Artinya:

[110:1] Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

[110:2] dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,

[110:3] maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

3. Tafsir menurut Prof. Quraish Shihab
4. Asbabun Nujul (Sebab turunnya)
A. Asbabun Nujul Imam Al Wahidi
Surah ini diturunkan berkenaan dengan kepulangan Nabi Saw. dari perang Hunain, dan sekitar 2 tahun setelah ayat ini turun beliau meninggal. Imam Al-Wahidiberkata, “Sa‘id bin Muhammad Al-Mu’adzin mengabarkan kepada kami.” Ia berkata, “Abu Umar bin Abi Ja‘far Al-Muqri’ mengabarkan kepada kami.” Ia berkata, “Al-Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami.” Ia berkata, “Abdul Aziz Ibnu Salam mengabarkan kepada kami.” Ia berkata, “Ishaq bin Abdullah bin Kaisan mengabarkan kepada kami.” Ia berkata, “Ayahku mengabarkan kepadaku, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ketika Rasulullah kembali dari perang Hunain, dan Allah menurunkan surah ini , beliau bersabda, ‘Wahai Ali bin Abi Thalib, wahai Fatimah! Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, ’dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah‘ Mahasuci tuhanku dan dengan memuji-Nya’maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat’.”Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, dari Muhammad bin Salam, dari Abu Muawiyah… sampai akhir sanad.
B. Asbabun Nujul Imam Al Suyuti
Abdurrazzaq meriwayatkan dalam kitabnya dari Muammar dari Zuhri yang berkata, “Ketika Rasulullah memasuki kota Mekkah pada hari pembebasan (yaum al-fath), beliau mengirim Khalid bin Walid dan pasukannya ke pinggir kota Mekkah untuk memerangi kaum Quraisy. Allah lalu menghancurkan orang-orang musyrik itu. Rasulullah lantas memerintahkan untuk melucuti persenjataan mereka. Selain itu, beliau memaafkan dan melepaskan mereka kembali. Akhirnya, mereka berbondong-bondong masuk Islam. Allah lalu menurunkan ayat ini.”